E-COMMERCE
E-COMMERCE
1. Pengertian E-Commerce
Electronic Commerce (E-Commerce) didefinisikan sebagai proses pembelian dan
penjualan produk, jasa dan informasi yang dilakukan secara elektronik dengan
memanfaatkan jaringan komputer. Salah satu jaringan yang digunakan adalah
internet.
Sementara itu Kalakota dan Whinston mendefinisikan E-Commerce dari beberapa
perspektif, yaitu:
1. Dari perspektif
komunikasi, E-Commerce adalah pengiriman informasi, produk/jasa, atau
pembayaran melalui jaringan telepon, atau jalur komunikasi lainnya;
2. Dari perspektif proses bisnis, E-Commerce adalah aplikasi teknologi menuju otomatisasi transaksi bisnis dan work flow;
3. Dari perspektif pelayanan, E-Commerce adalah alat yang digunakan untuk mengurangi biaya dalam pemesanan dan pengiriman barang; dan
4. Dari perspektif online, E-Commerce menyediakan kemampuan untuk menjual dan membeli produk serta informasi melalui internet dan jaringan jasa online lainnya.
Selanjutnya Yuan Gao dalam Encyclopedia of Information Science and Technology (2005), menyatakan E-Commerce adalah penggunaan jaringan komputer untuk melakukan komunikasi bisnis dan transksaksi komersial. Kemudian di website E-Commerce Net, E-Commerce didefinisikan sebagai kegiatan menjual barang dagangan dan/atau jasa melalui internet. Seluruh komponen yang terlibat dalam bisnis praktis diaplikasikan disini, seperti customer service, produk yang tersedia, cara pembayaran, jaminan atas produk yang dijual, cara promosi dan sebagainya.
2. Dari perspektif proses bisnis, E-Commerce adalah aplikasi teknologi menuju otomatisasi transaksi bisnis dan work flow;
3. Dari perspektif pelayanan, E-Commerce adalah alat yang digunakan untuk mengurangi biaya dalam pemesanan dan pengiriman barang; dan
4. Dari perspektif online, E-Commerce menyediakan kemampuan untuk menjual dan membeli produk serta informasi melalui internet dan jaringan jasa online lainnya.
Selanjutnya Yuan Gao dalam Encyclopedia of Information Science and Technology (2005), menyatakan E-Commerce adalah penggunaan jaringan komputer untuk melakukan komunikasi bisnis dan transksaksi komersial. Kemudian di website E-Commerce Net, E-Commerce didefinisikan sebagai kegiatan menjual barang dagangan dan/atau jasa melalui internet. Seluruh komponen yang terlibat dalam bisnis praktis diaplikasikan disini, seperti customer service, produk yang tersedia, cara pembayaran, jaminan atas produk yang dijual, cara promosi dan sebagainya.
Seluruh definisi yang dijelaskan di atas pada dasarnya memiliki kesamaan
yang mencakup komponen transaksi (pembeli, penjual, barang, jasa dan
informasi), subyek dan obyek yang terlibat, serta media yang digunakan (dalam
hal ini adalah internet). Perkembangan teknologi informasi terutama internet,
merupakan faktor pendorong perkembangan e-commerce. Internet merupakan jaringan
global yang menyatukan jaringan komputer di seluruh dunia, sehingga
memungkinkan terjalinnya komunikasi dan interaksi antara satu dengan yang lain
diseluruh dunia. Dengan menghubungkan jaringan komputer perusahaan dengan
internet, perusahaan dapat menjalin hubungan bisnis dengan rekan bisnis atau
konsumen secara lebih efisien. Sampai saat ini internet merupakan infrastruktur
yang ideal untuk menjalankan e-commerce, sehingga istilah E-Commerce pun
menjadi identik dengan menjalankan bisnis di internet.
Pertukaran informasi dalam E-Commerce dilakukan dalam format dijital
sehingga kebutuhan akan pengiriman data dalam bentuk cetak dapat dihilangkan.
Dengan menggunakan sistem komputer yang saling terhubung melalui jaringan
telekomunikasi, transaksi bisnis dapat dilakukan secara otomatis dan dalam
waktu yang singkat. Akibatnya informasi yang dibutuhkan untuk keperluan
transaksi bisnis tersedia pada saat diperlukan. Dengan melakukan bisnis secara
elektronik, perusahaan dapat menekan biaya yang harus dikeluarkan untuk
keperluan pengiriman informasi. Proses transaksi yang berlangsung secara cepat
juga mengakibatkan meningkatnya produktifitas perusahaan.
Dengan menggunakan teknologi informasi, E-Commerce dapat dijadikan sebagai
solusi untuk membantu perusahaan dalam mengembangkan perusahaan dan menghadapi
tekanan bisnis. Tingginya tekanan bisnis yang muncul akibat tingginya tingkat persaingan
mengharuskan perusahaan untuk dapat memberikan respon. Penggunaan E-Commerce
dapat meningkatkan efisiensi biaya dan produktifitas perusahaan, sehingga dapat
meningkatkan kemampuan perusahaan dalam bersaing.
2. Proses bisnis e-commerce
Secara garis besar proses bisnis e-commerce meliputi
empat bagian diantaranya yaitu:
1.
Melakukan pemesanan
produk atau jasa secara elektronik, dalam hal ini kedua pihak yang bertransaksi
sudah selayaknya harus melakukan aktivitas perjanjian tertentu sehingga proses
pembelian dapat dilakukan dengan sah, benar, dan aman. Pembelian antara dua dua
eniti bisnis biasanya dilakukan melalui jaringan tertentu seperti EDI
(Electronic Data Interchange) atau ekstranet. Di dalam proses bisnis ini, ada
empat aliran entiti yang harus dikelola dengan baik:
– Flow of goods
(aliran produk)
– Flow of information (aliran informasi)
– Flow of money
(aliran uang)
– Flow of document (aliran dokumen).
2.
Information sharing,
prinsip penjualan dalam proses ini adalah untuk mencari dan menjaring
calon pembeli sebanyak-banyaknya, sementara prinsip pembeli adalah berusaha
sebisa mungkin mencari produk atau jasa yang diinginkannya, dan mencoba untuk
mencari tahu penilaian orang lain terhadap produk tersebut.
3.
Proses mendistribusikan
produk ke tangan konsumen
4.
Proses terakhir yaitu
aktivitas purna jual dijalankan. Pada tahap ini penjual dan pembeli melakukan
berbagai aktivitas atau komunikasi seperti:
– Keluhan terhadap kualitas produk
– Pertanyaan atau permintaan informasi mengenai produk-produk lain
– Pemberitahuan akan
produk-produk baru yang ditawarkan
– Diskusi
mengenai cara menggunakan produk dengan baik
– Dan lain sebagainya.
Target dari interaksi ini adalah agar dikemudian hari
terjadi kembali transaksi
bisnis antara kedua pihak yang didasari pada kepuasan pelanggan.
3. Jenis-Jenis
E-Commerce
Indonesia menyajikan banyak
kesempatan bagi bisnis e-commerce di antara negara Asia lainnya. Saat ini
proyeksi memperlihatkan e-commerce di Indonesia akan mencapai nilai US$ 130 miliar pada tahun 2020. Dengan demikian, Indonesia
berkesempatan besar untuk terus meningkatkan pertumbuhan e-commerce dan
persaingannya dengan negara lain.
Pada umumnya, ketika Anda berpikir mengenai e-commerce, maka hal pertama yang muncul dalam benak adalah
transaksi komersial online antara penjual dan pembeli. Namun sebenarnya masih
banyak hal yang belum Anda ketahui mengenai e-commerce, salah satunya adalah
jenis-jenis e-commerce.
Setidaknya ada tujuh jenis dasar e-commerce atau bentuk bisnis
e-commerce dengan karakteristik berbeda:
- Business-to-Business (B2B)
- Business-to-Consumer (B2C)
- Consumer-to-Consumer (C2C)
- Consumer-to-Business (C2B)
- Business-to-Administration (B2A)
- Consumer-to-Administration (C2A)
- Online-to-Offline (O2O)
Mari kita bahas satu-persatu :
A. Business-to-Business (B2B)
B2B e-commerce meliputi semua transaksi elektronik
barang atau jasa yang dilakukan antar perusahaan. Produsen dan pedagang
tradisional biasanya menggunakan jenis e-commerce ini. Umumnya e-commerce
dengan jenis ini dilakukan dengan menggunakan EDI (Electronic Data Interchange)
dan email dalam proses pembelian barang dan jasa, informasi dan konsultasi,
atau pengiriman dan permintaan proposal bisnis. EDI (Electronic Data
Interchange) adalah proses transfer data yang terstruktur, dalam format standar
yang disetujui, dari satu sistem komputer ke sistem komputer lainnya, dalam
bentuk elektronik.Contoh website e-commerce B2B adalah www.bizzy.co.id (Bizzy) dan www.ralali.com (Ralali).
Bizzy merupakan E Commerce pertama yang memiliki konsep B2B atau Business
To Business di Indonesia. Bizzy menyediakan solusi bagi perusahaan yang
memiliki masalah dalam hal pengadaan suplai dan jasa kebutuhan bisnis. Produk
yang disediakan oleh Bizzy antara lain, Office Supplies(ATK), Elektronik,
Pantry dll.Contoh salah satu website yang menerapkan jenis e-commerce B2B
Ralali adalah salah satu perusahaan B2B E Commerce Indonesia yang menjual
produk-produk MRO(Maintenance, Repair, and Operational). Dengan perusahaan PT.
Raksasa Laju Lintang yang telah aktif sejak 2013, Ralali menyedian berbagai
macam kebutuhan otomotif, alat ukur, GPS, dan peralatan listrik lainnya.
B. Business-to-Consumer (B2C)
B2C adalah jenis e-commerce antara perusahaan dan
konsumen akhir. Hal ini sesuai dengan bagian ritel dari e-commerce yang biasa
dioperasikan oleh perdagangan ritel tradisional. Jenis ini bisa lebih mudah dan
dinamis, namun juga lebih menyebar secara tak merata atau bahkan bisa terhenti.
Jenis e-commerce ini berkembang dengan sangat cepat karena adanya dukungan
munculnya website serta banyaknya toko virtual bahkan mal di internet yang
menjual beragam kebutuhan masyarakat. Sementara di negara maju seperti Amerika
sudah banyak kisah sukses e-commerce yang berhasil dibidang ritel online.
Salah satu
contoh penerapan jenis e-commerce B2C
Jika dibandingkan dengan transaksi ritel tradisional, konsumen biasanya
memiliki lebih banyak informasi dan harga yang lebih murah serta memastikan
proses jual beli hingga pengiriman yang cepat.
Beberapa website di Indonesia yang menerapkan e-commerce tipe ini adalah www.bhinneka.com, www.berrybenka.com dan www.tiket.com. Jenis e-commerce ini biasa
digunakan oleh penjual atau produsen yang serius menjalankan bisnis dan
mengalokasikan sumber daya untuk mengelola situs sendiri.
C. Consumer-to-Consumer (C2C)
C2C merupakan jenis e-commerce yang meliputi semua
transaksi elektronik barang atau jasa antar konsumen. Umumnya transaksi ini
dilakukan melalui pihak ketiga yang menyediakan platform online untuk melakukan
transaksi tersebut.
Beberapa contoh penerapan C2C dalam website di Indonesia adalah Tokopedia, Bukalapak dan Lamido. Disana penjual diperbolehkan langsung berjualan barang melalui website yang telah ada. Namun ada juga website yang menerapkan jenis C2C dan mengharuskan penjual terlebih dulu menyelesaikan proses verifikasi, seperti www.blanja.com dan www.elevenia.co.id.
Beberapa contoh penerapan C2C dalam website di Indonesia adalah Tokopedia, Bukalapak dan Lamido. Disana penjual diperbolehkan langsung berjualan barang melalui website yang telah ada. Namun ada juga website yang menerapkan jenis C2C dan mengharuskan penjual terlebih dulu menyelesaikan proses verifikasi, seperti www.blanja.com dan www.elevenia.co.id.
Salah satu
contoh penerapan jenis e-commerce C2C
D. Consumer-to-Business (C2B)
C2B adalah jenis e-commerce dengan pembalikan utuh
dari transaksi pertukaran atau jual beli barang secara tradisional. Jenis
e-commerce ini sangat umum dalam proyek dengan dasar multi sumber daya.
Sekelompok besar individu menyediakan layanan jasa atau produk mereka bagi
perusahaan yang mencari jasa atau produk tersebut.
Contohnya adalah sebuah website dimana desainer website menyediakan
beberapa pilihan logo yang nantinya hanya akan dipilih salah satu yang dianggap
paling efektif. Platform lain yang umumnya menggunakan jenis e-commerce ini adalah
pasar yang menjual foto bebas royalti, gambar, media dan elemen desain seperti www.istockphoto.com.
Salah satu
penerapan e-commerce jenis C2B
Contoh lainnya adalah www.mybloggerthemes.com, sebuah website yang menjual ragam
template blog dari berbagai pengembang template. Pembuat template dapat
mengupload template yang dibuatnya pada link yang telah disediakan oleh MBT,
kemudian MBT akan menjual template yang telah di upload dan berbagi keuntungan
dengan pembuat template.
E. Business-to-Administration (B2A)
B2A adalah jenis e-commerce yang mencakup semua
transaksi yang dilakukan secara online antara perusahaan dan administrasi
publik. Jenis e-commerce ini melibatkan banyak layanan, khususnya di
bidang-bidang seperti fiskal, jaminan sosial, ketenagakerjaan, dokumen hukum
dan register, dan lainnya. Jenis e-commerce ini telah meningkat dalam beberapa
tahun terakhir dengan investasi yang dibuat melalui e-government atau pihak
pemerintah.
Beberapa contoh website administrasi publik yang menerapkan B2A adalah www.pajak.go.id, www.allianz.com dan www.bpjs-online.com. Disana perusahaan dapat melakukan proses transaksi
atas jasa yang mereka dapatkan langsung kepada pihak administrasi publik.
Perusahaan diharuskan untuk mengisi sejumlah persyaratan terlebih dahulu
sebelum mendapatkan layanan dan baru diteruskan dengan proses transaksi.
F.
Consumer-to-Administration (C2A)
Jenis C2A meliputi semua transaksi elektronik yang dilakukan antara
individu dan administrasi publik.
Contoh area yang menggunakan jenis e-commerce ini adalah :
- Pendidikan – penyebaran informasi, proses
pembelajaran jarak jauh, dan lainnya
- Jamsostek – penyebaran informasi, pembayaran, dan
lainnya
- Pajak – pengajuan pajak, pembayaran pajak, dan
lainnya
- Kesehatan – janji pertemuan, informasi mengenai
penyakit, pembayaran layanan kesehatan dan lainnya
Contoh penerapan C2A sama dengan B2A, hanya saja pembedanya ada pada pihak
individu-administrasi publik dan perusahaan-administrasi publik.
Model B2A dan C2A sama-sama terkait dengan gagasan efisiensi dan kemudahan
penggunaan layanan yang diberikan untuk masyarakat oleh pemerintah, juga dengan
dukungan teknologi informasi dan komunikasi.
G. Online-to-Offline (O2O)
O2O adalah jenis e-commerce yang menarik pelanggan dari saluran online
untuk toko fisik. O2O mengidentifiaksikan pelanggan di bidang online seperti
email dan iklan internet, kemudian menggunakan berbagai alat dan pendekatan
untuk menarik pelanggan agar meninggalkan lingkup online.
Walaupun sudah banyak kegiatan ritel tradisional dapat digantikan oleh
e-commerce, ada unsur-unsur dalam pembelanjaan fisik yang direplikasi secara
digital. Namun ada potensi integrasi antara e-commerce dan belanja ritel fisik
yang merupakan inti dari jenis O2O.
Hanya karena ada bisnis tertentu yang tidak memiliki produk untuk dipesan
secara online, bukan berarti internet tak dapat memainkan perannya dalam hampir
semua bisnis.
Contohnya, sebuah pusat kebugaran tidak akan bisa didirikan di ruang tamu
rumah Anda, namun dengan menggunakan layanan O2O yang disediakan perusahaan
seperti Groupon Inc, pusat kebugaran tersebut bisa menyalurkan bisnis offline
nya menjadi online. Beberapa perusahaan besar dengan pertumbuhan yang cepat
seperti Uber dan Airbnb juga menjalankan bisnis mereka dengan jenis O2O.
Beberapa website di Indonesia yang menerapkan jenis O2O adalah www.alfacart.com, www.klikindomaret.com, dan www.mataharimall.com. Seperti yang dilakukan oleh
perusahaan ritel besar di Amerika, Walmart, kini melalui website seperti
tersebut Anda bisa masuk ke dalam toko, mengambil dan membayar barang yang
dibeli, bahkan mengembalikan barang ketika terjadi kesalahan.
Salah satu
contoh website yang menerapkan jenis e-commerce O2O
4. Standar Teknologi E-Commerce
Di samping berbagai standar yang digunakan di Intenet, e-commerce juga
menggunakan standar yang digunakan sendiri, umumnya digunakan dalam transaksi
bisnis-ke-bisnis. Beberapa diantara yang sering digunakan adalah :
1. Electronic Data Interchange (EDI)
Dibuat oleh pemerintah di awal tahun 70-an dan saat ini digunakan oleh
lebih dari 1000 perusahaan Fortune di Amerika Serikat, EDI adalah sebuah
standar struktur dokumen yang dirancang untuk memungkinkan organisasi besar
untuk mengirimkan informasi melalui jaringan private. EDI saat ini juga
digunakan dalam corporate web site.
2.
Open Buying on the Internet (OBI)
Adalah
sebuah standar yang dibuat oleh Internet Purchasing Roundtable yang akan
menjamin bahwa berbagai sistem e-commerce dapat berbicara satu dengan lainnya. OBI
yang dikembangkan oleh konsorsium OBI http://www.openbuy.org/ didukung oleh
perusahaan-perusahaan yang memimpin di bidang teknologi seperti Actra,
InteliSys, Microsoft, Open Market, dan Oracle.
3. Open Trading
Protocol (OTP)
OTP
dimaksudkan untuk menstandarisasi berbagai aktifitas yang berkaitan dengan
proses pembayaran, seperti perjanjian pembelian, resi untuk pembelian, dan
pembayaran. OTP sebetulnya merupakan standar kompetitor OBI yang dibangun oleh beberapa
perusahaan, seperti AT&T, CyberCash, Hitachi, IBM, Oracle, Sun
Microsystems, dan British Telecom.
4. Open
Profiling Standard (OPS)
Sebuah
standar yang di dukung oleh Microsoft dan Firefly http://www.firefly.com/. OPS memungkinkan pengguna
untuk membuat sebuah profil pribadi dari kesukaan masing-masing pengguna yang
dapat dia share dengan merchant. Ide dibalik OPS adalah untuk menolong
memproteksi privasi pengguna tanpa menutup kemungkinan untuk transaksi
informasi untuk proses marketing dsb.
5.
Secure Socket Layer (SSL)
Protokol
ini di disain untuk membangun sebuah saluran yang aman ke server. SSL
menggunakan teknik enkripsi public key untuk memproteksi data yang di kirimkan
melalui Internet. SSL dibuat oleh Netscape tapi sekarang telah di publikasikan
di public domain.
6. Secure
Electronic Transaction (SET)
SET
akan mengenkodekan nomor kartu kredit yang di simpan di server merchant.
Standar ini di buat oleh Visa dan MasterCard, sehingga akan langsung di dukung
oleh masyarakat perbankan. Ujicoba pertama kali dari SET di e-commerce dilakukan di
Asia.
7. Truste
Adalah
sebuah partnership dari berbagai perusahaan yang mencoba membangun kepercayaan
public dalam e-commerce dengan cara memberikan cap Good Housekeeping yang
memberikan approve pada situs yang tidak melanggar kerahasiaan konsumen.
5. Dampak Positif dan Negatif
E-Commerce.
A. Dampak Positif
Didalam
dunia E-Commerce pasti terdapat dampak positif dan negativenya.
Dampak positifnya, yaitu :
1. Revenue Stream (aliran pendapatan) baru yang mungkin lebih menjanjikan yang tidak bisa ditemui di sistem transaksi tradisional.
2. Dapat meningkatkan market exposure (pangsa pasar).
3. Menurunkan biaya operasional(operating cost).
4. Melebarkan jangkauan (global reach).
5. Meningkatkan customer loyality.
6. Meningkatkan supplier management.
7. Memperpendek waktu produksi.
8. Meningkatkan value chain (mata rantai pendapatan).
Dampak positifnya, yaitu :
1. Revenue Stream (aliran pendapatan) baru yang mungkin lebih menjanjikan yang tidak bisa ditemui di sistem transaksi tradisional.
2. Dapat meningkatkan market exposure (pangsa pasar).
3. Menurunkan biaya operasional(operating cost).
4. Melebarkan jangkauan (global reach).
5. Meningkatkan customer loyality.
6. Meningkatkan supplier management.
7. Memperpendek waktu produksi.
8. Meningkatkan value chain (mata rantai pendapatan).
B. Dampak
negativenya, yaitu :
1. Kehilangan segi finansial secara langsung karena kecurangan. Seorang penipu mentransfer uang dari rekening satu ke rekening lainnya atau dia telah mengganti semua data finansial yang ada.
2. Pencurian informasi rahasia yang berharga. Gangguan yang timbul bisa menyingkap semua informasi rahasia tersebut kepada pihak-pihak yang tidak berhak dan dapat mengakibatkan kerugian yang besar bagi si korban.
3. Kehilangan kesempatan bisnis karena gangguan pelayanan. Kesalahan ini bersifat kesalahan non-teknis seperti aliran listrik tiba-tiba padam.
4. Penggunaan akses ke sumber oleh pihak yang tidak berhak. Misalkan seorang hacker yang berhasil membobol sebuah sistem perbankan. Setelah itu dia memindahkan sejumlah rekening orang lain ke rekeningnya sendiri.
5. Kehilangan kepercayaan dari para konsumen. Ini karena berbagai macam faktor seperti usaha yang dilakukan dengan sengaja oleh pihak lain yang berusaha menjatuhkan reputasi perusahaan tersebut.
6. Kerugian yang tidak terduga. Disebabkan oleh gangguan yang dilakukan dengan sengaja, ketidakjujuran, praktek bisnis yang tidak benar, kesalahan faktor manusia, kesalahan faktor manusia atau kesalahan sistem elektronik.
1. Kehilangan segi finansial secara langsung karena kecurangan. Seorang penipu mentransfer uang dari rekening satu ke rekening lainnya atau dia telah mengganti semua data finansial yang ada.
2. Pencurian informasi rahasia yang berharga. Gangguan yang timbul bisa menyingkap semua informasi rahasia tersebut kepada pihak-pihak yang tidak berhak dan dapat mengakibatkan kerugian yang besar bagi si korban.
3. Kehilangan kesempatan bisnis karena gangguan pelayanan. Kesalahan ini bersifat kesalahan non-teknis seperti aliran listrik tiba-tiba padam.
4. Penggunaan akses ke sumber oleh pihak yang tidak berhak. Misalkan seorang hacker yang berhasil membobol sebuah sistem perbankan. Setelah itu dia memindahkan sejumlah rekening orang lain ke rekeningnya sendiri.
5. Kehilangan kepercayaan dari para konsumen. Ini karena berbagai macam faktor seperti usaha yang dilakukan dengan sengaja oleh pihak lain yang berusaha menjatuhkan reputasi perusahaan tersebut.
6. Kerugian yang tidak terduga. Disebabkan oleh gangguan yang dilakukan dengan sengaja, ketidakjujuran, praktek bisnis yang tidak benar, kesalahan faktor manusia, kesalahan faktor manusia atau kesalahan sistem elektronik.
6.
ANCAMAN
MENGGUNAKAN E-COMMERCE (THREATS)
Threats merupakan kemungkinan-kemungkinan munculnya
kejadian yang dapat membahayakan aset-aset yang berharga.
Ada beberapa bentuk ancaman yang mungkin terjadi:
• System Penetration
Orang-orang yang tidak berhak melakukan akses ke sistem komputer dapat dan diperbolehkan melakukan segala sesuatu sesuai dengan keinginannya.
• Authorization Violation
Pelanggaran atau penyalahgunaan wewenang legal yang dimiliki seseorang yang berhak mengakses sebuah sistem.
• Planting
Memasukan sesuatu ke dalam sebuah sistem yang dianggap legal tetapi belum tentu legal di masa yang akan datang.
• Communications Monitoring
Seseorang dapat memantau semua informasi rahasia dengan melakukan monitoring komunikasi sederhana di sebuah tempat pada jaringan komunikasi.
Ada beberapa bentuk ancaman yang mungkin terjadi:
• System Penetration
Orang-orang yang tidak berhak melakukan akses ke sistem komputer dapat dan diperbolehkan melakukan segala sesuatu sesuai dengan keinginannya.
• Authorization Violation
Pelanggaran atau penyalahgunaan wewenang legal yang dimiliki seseorang yang berhak mengakses sebuah sistem.
• Planting
Memasukan sesuatu ke dalam sebuah sistem yang dianggap legal tetapi belum tentu legal di masa yang akan datang.
• Communications Monitoring
Seseorang dapat memantau semua informasi rahasia dengan melakukan monitoring komunikasi sederhana di sebuah tempat pada jaringan komunikasi.
•
Communications Tampering
Segala hal yang membahayakan kerahasiaan informasi seseorang tanpa melakukan penetrasi, seperti mengubah informasi transaksi di tengah jalan atau membuat sistem server palsu yang dapat menipu banyak orang untuk memberikan informasi rahasia mereka secara sukarela.
• Denial of service
Menghalangi seseorang dalam mengakses informasi, sumber, dan fasilitas-fasilitas lainnya.
• Repudiation
Penolakan terhadap sebuah aktivitas transaksi atau sebuah komunikasi baik secara sengaja maupun tidak disengaja.
Segala hal yang membahayakan kerahasiaan informasi seseorang tanpa melakukan penetrasi, seperti mengubah informasi transaksi di tengah jalan atau membuat sistem server palsu yang dapat menipu banyak orang untuk memberikan informasi rahasia mereka secara sukarela.
• Denial of service
Menghalangi seseorang dalam mengakses informasi, sumber, dan fasilitas-fasilitas lainnya.
• Repudiation
Penolakan terhadap sebuah aktivitas transaksi atau sebuah komunikasi baik secara sengaja maupun tidak disengaja.
·
Safe Guards
Yang dilakukan safe guards yaitu:
a. Mencegah munculnya threats (ancaman)sebelum
benar-benar terealisasi
b. Meminimalisasikan kemungkinan terjadinya ancaman tersebut
c. Mengurangi akibat yang timbul karena ancaman yang sudah terealisasi
d. Service keamanan Safe Guards
e. Authentication Service
Memberikan kepastian identitas pengguna
f. Access Control Services
Melindungi semua fasilitas dan sumber-sumber yang ada
g. Confidentiality Service
Memberikan perlindungan terhadap informasi
h. Data Integrity Service
Perlindungan terhadap ancaman
i. Non-Repuditation Service
Melindungi user melawan ancaman yang berasal dari user berhak lainnya
b. Meminimalisasikan kemungkinan terjadinya ancaman tersebut
c. Mengurangi akibat yang timbul karena ancaman yang sudah terealisasi
d. Service keamanan Safe Guards
e. Authentication Service
Memberikan kepastian identitas pengguna
f. Access Control Services
Melindungi semua fasilitas dan sumber-sumber yang ada
g. Confidentiality Service
Memberikan perlindungan terhadap informasi
h. Data Integrity Service
Perlindungan terhadap ancaman
i. Non-Repuditation Service
Melindungi user melawan ancaman yang berasal dari user berhak lainnya
7.
Tipe dan macam-
macam Aplikasi
Aplikasi internet sangat berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi
yang mendukungnya, antara lain seperti: e-mail, file transfer, Bulletin Board
System, online banking, video broadcasting, radio broadcasting, internet
telephony, dan World Wide Web (web).
e-mail
e-mail adalah aplikasi yang memungkinkan seseorang mengirimkan surat elektronik ke orang lain yang berada di lokasi yang berjauhan dengannya, dengan syarat keduanya memiliki koneksi ke internet. Diperkirakan lebih dari 100 juta orang telah memiliki alamat e-mail, dan setiap bulan lebih 1 terabyte (TB) telah melintasi jaringan internet. Agar seseorang bisa memiliki alamat surat internet (e-mail) maka dia harus mendaftarkan diri pada satu penyedia layanan, baik secara offline maupun secara online. Alamat surat elektronik biasanya dalam format: user@penyedia, cotohnya: asus_design@yahoo.co.id atau 8kreasi@gmail.com. Surat-surat yang dikirim ke seseorang akan ditampung pada suatu server (mail server) di komputer penyedia layanan, kemudian secara otomatis di-download ketika user membuka kotak suratnya (mailbox) pada saat koneksi ke internet.
e-mail adalah aplikasi yang memungkinkan seseorang mengirimkan surat elektronik ke orang lain yang berada di lokasi yang berjauhan dengannya, dengan syarat keduanya memiliki koneksi ke internet. Diperkirakan lebih dari 100 juta orang telah memiliki alamat e-mail, dan setiap bulan lebih 1 terabyte (TB) telah melintasi jaringan internet. Agar seseorang bisa memiliki alamat surat internet (e-mail) maka dia harus mendaftarkan diri pada satu penyedia layanan, baik secara offline maupun secara online. Alamat surat elektronik biasanya dalam format: user@penyedia, cotohnya: asus_design@yahoo.co.id atau 8kreasi@gmail.com. Surat-surat yang dikirim ke seseorang akan ditampung pada suatu server (mail server) di komputer penyedia layanan, kemudian secara otomatis di-download ketika user membuka kotak suratnya (mailbox) pada saat koneksi ke internet.
File Transfer
File Transfer adalah aplikasi yang memungkinkan seseorang men-transfer file data-nya dari satu komputer ke komputer lain dalam jaringan internet. Misalnya mengambil file dari suatu lokasi (download) atau mengirim file kesuatu lokasi (upload). Suatu protokol internet yaitu FTP (file transfer protocol) melayani proses pemindahan ini. File-file besar biasanya dikompress dulu sebelum disediakan dalam suatu FTP server, dalam format zip, tar.gz, atau hqx.
File Transfer adalah aplikasi yang memungkinkan seseorang men-transfer file data-nya dari satu komputer ke komputer lain dalam jaringan internet. Misalnya mengambil file dari suatu lokasi (download) atau mengirim file kesuatu lokasi (upload). Suatu protokol internet yaitu FTP (file transfer protocol) melayani proses pemindahan ini. File-file besar biasanya dikompress dulu sebelum disediakan dalam suatu FTP server, dalam format zip, tar.gz, atau hqx.
Bulletin Board
Bulletin Board System (BBS) adalah layanan bulletin online yang dibagi menurut bidang ilmu pengetahuan, atau bidang-bidang minat lainnya. Network News dan Usenet News adalah dua contoh BBS yang menyajikan lebih dari 6000 bidang minat. Bidang ilmu pengetahuan atau bidang minat dibagi dalam beberapa kategori, antara lain sbb:
• com bidang Komputer, termasuk teknologi jaringan LAN
• biz bidang bisnis
• K12 bidang pendidikan dasar dan menengah
• rec bidang rekreasi
• sci bidang sains (biologi, kimia, fisika)
• soc bidang sosial
Bulletin Board System (BBS) adalah layanan bulletin online yang dibagi menurut bidang ilmu pengetahuan, atau bidang-bidang minat lainnya. Network News dan Usenet News adalah dua contoh BBS yang menyajikan lebih dari 6000 bidang minat. Bidang ilmu pengetahuan atau bidang minat dibagi dalam beberapa kategori, antara lain sbb:
• com bidang Komputer, termasuk teknologi jaringan LAN
• biz bidang bisnis
• K12 bidang pendidikan dasar dan menengah
• rec bidang rekreasi
• sci bidang sains (biologi, kimia, fisika)
• soc bidang sosial
Online Banking
Beberapa bank kini menyajikan layanan online melalui internet, di mana nasabah dapat mendapatkan informasi tentang berbagai urusan perbankan, dan juga bisa untuk memeriksa rekening tanpa perlu ke bank.Masalah utama adalah masalah keamanan data, di mana rekening seseorang bisa dibobol, dsb.
Beberapa bank kini menyajikan layanan online melalui internet, di mana nasabah dapat mendapatkan informasi tentang berbagai urusan perbankan, dan juga bisa untuk memeriksa rekening tanpa perlu ke bank.Masalah utama adalah masalah keamanan data, di mana rekening seseorang bisa dibobol, dsb.
Radio Broadcasting
Berbagai stasiun radio menyebarkan siaran-nya melalui internet sehingga pendengar tidak memerlukan antena khusus untuk menangkap siaran radio favorit-nya. Teknologi audio streaming digunakan untuk menyalurkan suara ke internet, walaupun reliabilitas-nya kurang, mengingat teknologi streaming adalah teknologi packet-switching, sehingga bisa terjadi penundaan waktu yang menyebabkan suara terputus-putus, bahkan beberapa paket suara mungkin hilang dalam media transmisi. Tetapi karena pada umumnya siaran radio internet ini gratis, maka para pendengar biasanya cukup maklum dengan kondisi siarannya.
Berbagai stasiun radio menyebarkan siaran-nya melalui internet sehingga pendengar tidak memerlukan antena khusus untuk menangkap siaran radio favorit-nya. Teknologi audio streaming digunakan untuk menyalurkan suara ke internet, walaupun reliabilitas-nya kurang, mengingat teknologi streaming adalah teknologi packet-switching, sehingga bisa terjadi penundaan waktu yang menyebabkan suara terputus-putus, bahkan beberapa paket suara mungkin hilang dalam media transmisi. Tetapi karena pada umumnya siaran radio internet ini gratis, maka para pendengar biasanya cukup maklum dengan kondisi siarannya.
Video Broadcasting
Seperti pada siaran radio, maka beberapa stasiun TV juga memiliki situs di internet untuk menyebarluaskan siaran-nya.Di samping itu, aplikasi seperti netmeeting, CU-SeeMe yang menyajikan video-conferencing melalui internet juga kini sudah bisa digunakan oleh banyak orang.Namun seperti pada Radio Broadcasting maka kualitas siaran TV juga tidak terlalu bagus.
Seperti pada siaran radio, maka beberapa stasiun TV juga memiliki situs di internet untuk menyebarluaskan siaran-nya.Di samping itu, aplikasi seperti netmeeting, CU-SeeMe yang menyajikan video-conferencing melalui internet juga kini sudah bisa digunakan oleh banyak orang.Namun seperti pada Radio Broadcasting maka kualitas siaran TV juga tidak terlalu bagus.
Internet Telephony
Telepon internet dikenal juga sebagai iPhone, NetPhone, atau VOIP (Voice Over Internet Protocol), adalah usaha untuk melakukan koneksi telepon melalu internet. Keuntungan Voip adalah kemungkinan biaya murah untuk telepon jarak jauh (interlokal), bahkan bisa gratis bila dilakukan oleh dua orang yang terhubung ke internet, kemudian menggunakan microphone dan speaker yang ada pada komputernya untuk melakukan percakapan.Kelemahan-nya adalah kualitas suara yang mungkin buruk akibat rintangan dalam jaringan internet yang sibuk.Perusahan telepon seperti Telkom di Indonesia melarang voip untuk dijadikan bisnis perorangan, karena bisnis komunikasi hanya bisa dilakukan oleh perusahaan komunikasi.
Telepon internet dikenal juga sebagai iPhone, NetPhone, atau VOIP (Voice Over Internet Protocol), adalah usaha untuk melakukan koneksi telepon melalu internet. Keuntungan Voip adalah kemungkinan biaya murah untuk telepon jarak jauh (interlokal), bahkan bisa gratis bila dilakukan oleh dua orang yang terhubung ke internet, kemudian menggunakan microphone dan speaker yang ada pada komputernya untuk melakukan percakapan.Kelemahan-nya adalah kualitas suara yang mungkin buruk akibat rintangan dalam jaringan internet yang sibuk.Perusahan telepon seperti Telkom di Indonesia melarang voip untuk dijadikan bisnis perorangan, karena bisnis komunikasi hanya bisa dilakukan oleh perusahaan komunikasi.
Chatting
Chatting adalah aplikasi yang digemari banyak orang terutama anak muda, karena memberi layanan berkomunikasi antar teman melalui internet (Internet Relay Chatting / IRC). Komunikasi yang dilakukan pada umumnya komunikasi teks, di mana dua orang yang sedang chatting akan berbalas-balasan kalimat pendek yang diketik pada layar monitor.
Chatting adalah aplikasi yang digemari banyak orang terutama anak muda, karena memberi layanan berkomunikasi antar teman melalui internet (Internet Relay Chatting / IRC). Komunikasi yang dilakukan pada umumnya komunikasi teks, di mana dua orang yang sedang chatting akan berbalas-balasan kalimat pendek yang diketik pada layar monitor.
World Wide Web
World Wide Web (WWW), lebih populer dengan istilah Web, merupakan aplikasi internet yang paling digemari oleh pengguna internet. Web mula-mula diperkenalkan oleh Tim-Berners-Lee pada tahun 1992 di CERN, laboratorium Fisika Partikel Eropa yang berlokasi di Jenewa, Swiss, dan setelah populer kemudian diambil alih pengembangannya oleh W3C (World Wide Web Consortium).Marc Andressen merancang sebuah perangkat lunak untuk menampilkan halaman Web yang diciptakan oleh Tim-Berners Lee, yang dinamakan sebagai web-browser. Web menjadi populer karena kemampuannya menyajikan objek multimedia pada halaman tampilan-nya, sehingga bisa dijadikan sebagai sumber informasi yang memuat teks, gambar, suara, citra, dan video, yang diatur oleh program HTML (Hyper Text Markup Language). Hypertext dapat membentuk hyperlink yang memungkinkan seseorang berpindah dari satu tayangan Web ke tayangan Web lainnya.Setiap organisasi kini memiliki situs Web (Website), dengan alamat tertentu yang bisa diakses oleh sebuah browser (seperti Internet Explorer, NetScape, atau Opera).
World Wide Web (WWW), lebih populer dengan istilah Web, merupakan aplikasi internet yang paling digemari oleh pengguna internet. Web mula-mula diperkenalkan oleh Tim-Berners-Lee pada tahun 1992 di CERN, laboratorium Fisika Partikel Eropa yang berlokasi di Jenewa, Swiss, dan setelah populer kemudian diambil alih pengembangannya oleh W3C (World Wide Web Consortium).Marc Andressen merancang sebuah perangkat lunak untuk menampilkan halaman Web yang diciptakan oleh Tim-Berners Lee, yang dinamakan sebagai web-browser. Web menjadi populer karena kemampuannya menyajikan objek multimedia pada halaman tampilan-nya, sehingga bisa dijadikan sebagai sumber informasi yang memuat teks, gambar, suara, citra, dan video, yang diatur oleh program HTML (Hyper Text Markup Language). Hypertext dapat membentuk hyperlink yang memungkinkan seseorang berpindah dari satu tayangan Web ke tayangan Web lainnya.Setiap organisasi kini memiliki situs Web (Website), dengan alamat tertentu yang bisa diakses oleh sebuah browser (seperti Internet Explorer, NetScape, atau Opera).
8.
SISTEM PEMBAYARAN E-COMMERCE
Metode pembayaran di internet menurut pakar internet,
Kang Onno Purba, terdapat beberapa mekanisme yaitu :
Transaksi
model-ATM, yang menyangkut hanya institusi finansial dan pemegang account yang
akan melakukan pengambilan atau mendeposit uangnya dari account
masing-masing.
Pembayaran
dua pihak tanpa perantara, transaksi dilakukan langsung antara dua pihak tanpa
perantara menggunakan uang nasional-nya.
Pembayaran
dengan perantaraan pihak ke tiga, umumnya proses pembayaran yang menyangkut
debit, kredit maupun check masuk dalam kategori ini.
Micropayment,
dalam bahasa sederhananya adalah pembayaran untuk uang recehan yang
kecil-kecil. Mekanisme Micropayment ini penting dikembangkan karena sangat
diperlukan pembayaran receh yang kecil tanpa overhead transaksi yang
tinggi.
Anonymous
digital cash, uang elektronik yang di enkripsi, di dahului oleh David Chaum
dengan Digicash-nya (http://www.digicash.com). Uang elektronik menjamin privacy
dari user cash tetap terjamin sama seperti uang kertas maupun coin yang kita
kenal.
Untuk
pembayaran, e-commerce menyediakan banyak alternatif. Caranya adalah dengan
terlebih dahulu mendaftar sebagai customer pada web tersebut. Pembeli yang
telah mempunyai kartu kredit dapat menggunakan kartu tersebut untuk pembayaran.
Selain kartu kredit, alternatif lainnya adalah dengan menggunakan e-cash.
E-cash sebenarnya merupakan suatu account khusus untuk pembayaran melalui
internet. Account tersebut dibuka dengan menggunakan kartu kredit yang dipunyai
sebelumnya. Customer hanya perlu mengisi pada account e-cashnya untuk dapat
digunakan.
Alternatif
lain dalam pembayaran di internet adalah dengan menggunakan smartcard. Di
Singapura, smartcard dikenal dengan istilah cash card. Pemakaian smartcard ini
hampir sama dengan pemakaian kartu ATM yang biasa dipakai untuk berbelanja,
yaitu pada saat transaksi, uangnya didebet langsung dari account di bank. Untuk
pembayaran di internet, user harus memiliki ‘smart card reader’. Dalam
pemakaiannya, alat khusus ini disambungkan ke port serial di komputer. Pada
saat melakukan transaksi, kartu smart card harus digesekkan ke alat tersebut,
sehingga chip yang terdapat di kartu dapat dibaca oleh komputer. Untuk
softwarenya, digunakan software bernama ‘e-wallet’. Contoh web site yang telah
menyediakan smartcard untuk pembayaran adalah http://www.discvault.com.
Selain
dengan ketiga cara di atas, terdapat alternatif pembayaran yang relatif baru
dan belum begitu populer. Alternatif ini adalah penggunaan iCheck, yaitu metode
pembayaran dengan menggunakan cek. Pembayaran ini membutuhkan nomor cek milik
customer. Web site yang menyediakan penjelasan mengenai cara pembayaran ini
adalah http://www.icheck.com.
Dengan
keterbatas pengetahuan dan referensi yang kami dapatkan kami menyimpulkan
terdapat kriteria mekanisme pembayaran e – commerce. Yaitu Sistem pembayaran
on-line.
SISTEM PEMBAYARAN ON-LINE
•
Pembayaran dua pihak tanpa perantara
•
Pembayaran dengan perantara pihak ketiga melakukan pengambilan dari account
masing-masing
a.
Pembayaran dua pihak tanpa perantara transaksi langsung antara dua pihak tanpa
perantara menggunakan uang nasionalnya
b.
Pembayaran dengan perantara pihak ketiga proses pembayaran menyangkut debit,
kredit maupun check.
•
Sistem pihak ketiga (3rd party system)
–
Pihak ketiga berfungsi sebagai agen antara pedagang / penjual & konsumen /
pembeli
–
Tugasnya memeriksa kartu kredit konsumen (menolak atau menyetujui transaksi)
lalu mengeluarkan dana untuk pembayaran kepada pedagang
–
Pelanggan membuka account dengan kartu kredit atau kartu debit, kemudian
memilih nomor pin dan password
–
Paypal, Paymate
•
Sistem sertifikat
–
Melibatkan sertifikat digital sebagai media yang akan menampilkan kartu
kreditnya
–
SET, SSL
•
Sistem uang neto (net money)
–
Konsumen merubah mata uangnya ke dalam bentuk mata uang cyber
•
Sehari-hari
–
Pemegang kartu (card holder)
–
Penerbit kartu kredit: issuer (bank)
–
Pedagang (merchant)
–
Bank tempat pedagang membuka account untuk menampung uang kartu (acquirer)
•
Saat transaksi
–
Merchant mengkalkulasi jumlah harga pembelian dan menggesek kartu kredit pada
terminal POS elektronik
– Informasi dari pita magnetik kartu akan
dikirim ke acquirer untuk diautorisasi
semuayanglegkapadadisiniya >> https://drive.google.com/file/d/0B3_PEL10FZxvU3pBREhPaG5DazA/view?usp=sharing
Komentar
Posting Komentar